Terimakasih Atas Kunjungan Anda di Blog Sederhana Saya Ini my task: Contoh Paragraf

Selasa, 24 April 2012

Contoh Paragraf


A. GENERALISASI
·        Pemakain bahasa Indonesia di seluruh daerah di Indonesia dewasa ini belum dapat dikatakan seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihat dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Di lingkungan persuratkabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa Indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.

·        Setelah di adakan peninjauan dan penelitian lebih seksama, ternyata di kawasan bandung terdapat sekurang – kurangnya lima buah obyek wisata. Di kawasan Garut empat obyek wisata, di kawasan tasikmalaya dan ciamis terdapat sekurang – kurangnya enam buah obyek wisata. Di daerah lain seperti suka bumi, banten, dan yang lainnya juga terdapat obyek wisata. Dapat di katakan bahwa daerah jawa barat memang kaya dengan obyek wisata.

·        Berdasarkan pengamatan yang dilakukan kepada siswa SMA N 1 Wonosobo. Saat mereka melaksanakan upacara, semua siswa memakai sepatu hitam dan kaos kaki putih. Kemeja mereka berwara  ;putih, celana atau rok abu-abu. Kemeja dimasukkan ke dalam celana atau rok, memakai ikat pinggang warna hitam dan berlogo. Pakaian mereka dilingkapi lagi dengan topi abu-abu. Jadi, dapat dikatakan, siswa SMA N 1 Wonosobo pakaiannya seragam dan tertib sewaktu melaksanakan upacara.
B. ANALOGI
·        Alam semesta berjalan dengan teratur seperti jalannya sebuah mesin. Matahari, bumi, bulan dan bintang berjalan seperti teraturnya roda mesin. Semua bergerak menurut irama tertentu. Mesin itu penciptanya adalah manusia. Alampun demikian, ada yang menciptakannya yaitu yang maha segalanya. Manusia tentunya senag dengan hasil cipta’annya. Demikian pula sang pencipta, sayang pada semua yang di ciptakannya. Oleh sebab itu, manusia harus bertaqwa kepadanya.

·        Semua yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki ada saja suatu rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sulit dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula dengan menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, sulit memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.

C. HUBUNGAN KAUSALITAS
(1). Hubungan sebab-akibat.
·        Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah. Mereka mulai mengembangkan interaksi social dilingkungan tempatnya menimba ilmu. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu

(2). Hubungan akibat-sebab.
·        Dalam bergaul anak dapat berprilaku aktif. Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu dan mengandalkan temannya. Namun, tidak dapat di pungkiri jika ada anak yang selalu mambuat ulah. Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.

(3). Hubungan sebab-akibat1-akibat2
·        Mulai tanggal 2 april 1975 harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, diesel, minyak pelumas, dan lain-lainnya dinaikan harganya, karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan supaya ekonomi Indonesia makin wajar. Karena harga bahan baker naik, sudah barang tentu biaya angkutanpun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti akan ikut naik, karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Naiknya harga barang akan terasa berat untuk rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat.

·        Setiap menjelang lebaran arus mudik sangat ramai. Seminggu sebelum lebaran jalanan sudah dipenuhi kendaraan-kendaraan umum maupun pribadi yang mengangkut penumpang yang akan pulang ke daerahnya masing-masing. Banyaknya kendaraan tersebut mengakibatkan arus lalu lintas menjadi semrawut. Kesemrawutan ini tidak jarang sering menimbulkan kemacetan di mana-mana. Lebih dari itu bahkan tidak mustahil kecelakaan menjadi sering terjadi. Keadaan tersebut pada akhirnya akan menghambat perjalanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Selasa, 24 April 2012

Contoh Paragraf


A. GENERALISASI
·        Pemakain bahasa Indonesia di seluruh daerah di Indonesia dewasa ini belum dapat dikatakan seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihat dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Di lingkungan persuratkabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa Indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.

·        Setelah di adakan peninjauan dan penelitian lebih seksama, ternyata di kawasan bandung terdapat sekurang – kurangnya lima buah obyek wisata. Di kawasan Garut empat obyek wisata, di kawasan tasikmalaya dan ciamis terdapat sekurang – kurangnya enam buah obyek wisata. Di daerah lain seperti suka bumi, banten, dan yang lainnya juga terdapat obyek wisata. Dapat di katakan bahwa daerah jawa barat memang kaya dengan obyek wisata.

·        Berdasarkan pengamatan yang dilakukan kepada siswa SMA N 1 Wonosobo. Saat mereka melaksanakan upacara, semua siswa memakai sepatu hitam dan kaos kaki putih. Kemeja mereka berwara  ;putih, celana atau rok abu-abu. Kemeja dimasukkan ke dalam celana atau rok, memakai ikat pinggang warna hitam dan berlogo. Pakaian mereka dilingkapi lagi dengan topi abu-abu. Jadi, dapat dikatakan, siswa SMA N 1 Wonosobo pakaiannya seragam dan tertib sewaktu melaksanakan upacara.
B. ANALOGI
·        Alam semesta berjalan dengan teratur seperti jalannya sebuah mesin. Matahari, bumi, bulan dan bintang berjalan seperti teraturnya roda mesin. Semua bergerak menurut irama tertentu. Mesin itu penciptanya adalah manusia. Alampun demikian, ada yang menciptakannya yaitu yang maha segalanya. Manusia tentunya senag dengan hasil cipta’annya. Demikian pula sang pencipta, sayang pada semua yang di ciptakannya. Oleh sebab itu, manusia harus bertaqwa kepadanya.

·        Semua yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki ada saja suatu rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sulit dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula dengan menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, sulit memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.

C. HUBUNGAN KAUSALITAS
(1). Hubungan sebab-akibat.
·        Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah. Mereka mulai mengembangkan interaksi social dilingkungan tempatnya menimba ilmu. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu

(2). Hubungan akibat-sebab.
·        Dalam bergaul anak dapat berprilaku aktif. Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu dan mengandalkan temannya. Namun, tidak dapat di pungkiri jika ada anak yang selalu mambuat ulah. Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.

(3). Hubungan sebab-akibat1-akibat2
·        Mulai tanggal 2 april 1975 harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, diesel, minyak pelumas, dan lain-lainnya dinaikan harganya, karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan supaya ekonomi Indonesia makin wajar. Karena harga bahan baker naik, sudah barang tentu biaya angkutanpun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti akan ikut naik, karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Naiknya harga barang akan terasa berat untuk rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat.

·        Setiap menjelang lebaran arus mudik sangat ramai. Seminggu sebelum lebaran jalanan sudah dipenuhi kendaraan-kendaraan umum maupun pribadi yang mengangkut penumpang yang akan pulang ke daerahnya masing-masing. Banyaknya kendaraan tersebut mengakibatkan arus lalu lintas menjadi semrawut. Kesemrawutan ini tidak jarang sering menimbulkan kemacetan di mana-mana. Lebih dari itu bahkan tidak mustahil kecelakaan menjadi sering terjadi. Keadaan tersebut pada akhirnya akan menghambat perjalanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar