Terimakasih Atas Kunjungan Anda di Blog Sederhana Saya Ini my task: geografi
Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

HASIL SENSUS PENDUDUK 2010


Hasil sensus penduduk 2010 Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta. Sensus diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000 Menurut Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 205.1 juta jiwa, menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat terbesar setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Sekitar 121 juta atau 60.1 persen di antaranya tinggal di pulau Jawa, pulau yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan 103 jiwa per kilometer per segi. Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta.
Informasi Umum
Indonesia kini sedang mempersiapkan sensus penduduk modern yang keenam yang akan diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000.
Menurut Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 205.1 juta jiwa, menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat terbesar setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Sekitar 121 juta atau 60.1 persen di antaranya tinggal di pulau Jawa, pulau yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan 103 jiwa per kilometer per segi. Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta.
Dalam Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang akan datang diperkirakan akan dicacah penduduk yang bertempat tinggal di sekitar 65 juta rumahtangga. Untuk keperluan pencacahan ini akan dipekerjakan sekitar 600 ribu pencacah yang diharapkan berasal dari wilayah setempat sehingga mengenali wilayah kerjanya secara baik. Pencacah dilatih secara intensif selama tiga hari sebelum diterjunkan ke lapangan.
Dalam SP2010 akan diajukan sekitar 40 pertanyaan mengenai: kondisi dan fasilitas perumahan dan bangunan tempat tinggal, karakteristik rumahtangga dan keterangan individu anggota rumahtangga. Format dan isi daftar pertanyaan atau Kuesioner SP2010 disusun dengan mempertimbangkan rekomendasi PBB yang relevan serta dapat diterapkan di lapangan.
Puncak kegiatan SP2010 berupa kegiatan pencacahan penduduk di semua wilayah geografis Indonesia secara serempak selama bulan Mei 2010 (Bulan Sensus). Pada 31 Mei 2010 akan dilakukan pembaharuan hasil pencacahan secara serempak dengan mencatat kejadian kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk yang terjadi selama Bulan Sensus dan menyisir serta mencatat penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap (homeless). Tanggal 31 Mei 2010 merupakan Hari Sensus artinya data SP2010 yang dihasilkan merujuk pada hari sensus tersebut.
Data SP2010 diharapkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang antara lain mencakup:
memperbaharui data dasar kependudukan sampai ke wilayah unit administrasi terkecil (desa)
mengevaluasi kinerja pencapaian sasaran pembangunan milenium (Milenium Development Goal, MDGs),
menyiapkan basis pengembangan statistik wilayah kecil,
menyiapkan data dasar untuk keperluan proyeksi penduduk setelah tahun 2010,
mengembangkan kerangka sampel untuk keperluan survei-survei selama kurun 2010-2020,
basis pembangunan registrasi penduduk dan pengembangan sistem administrasi kependudukan.


Jadwal Kegiatan Pokok Sensus Penduduk 2010
Tahun
 Kegiatan Utama
 Catatan

2008

 Pembuatan peta dasar (desa/kecamatan)
Penyusunan dan uji coba kuesioner SP2010
 Peta dasar, paling tidak sebagian,  diharapkan sudah ber-georeference berdasarkan citra satelit


2009

 Pembuatan sketsa peta blok sensus (BS) berdasarkan peta dasar
Gladi bersih SP2010
BS adalah unit wilayah kerja pencacah terkecil yang memuat sekitar 100 rumahtangga. Sketsa BS merupakan kelengkapan utama pencacah dalam menjalankan tugasnya

2010

Pencetakan dan distribusi dokumen SP2010
Pelatihan petugas lapangan
Pencacahan
Diseminasi angka sementara SP2010 (pertengahan Agustus)
Pengolahan dokumen SP2010
Pengolahan data, dengan memanfaatkan teknologi scanner,  akan dilakukan di 34 pusat pengolahan (33 propinsi dan 1 pusat)


2011

Data cleaning dan tabulasi data SP2010
Diseminasi hasil final SP2010 (Juli 2011)
Penyiapan database penduduk untuk keperluan pembangunan registrasi penduduk dan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
Analisis data






2012

Analisis data (lanjutan)
Pengembangan kerangka sampel untuk survei rumahtangga selama dekade 2010-2020
Proyeksi penduduk, usia sekolah dan angkatan kerja

Pengolahan
Pengolahan data Sensus Penduduk 2010 (SP2010) mencakup sekitar 65 juta rumah tangga atau setara dengan 380 juta lembar. Besarnya volume kerja dalam waktu yang relatif singkat ini memerlukan teknologi yang dinilai tepat yaitu Intelligent Character Recognition/Optical Mark Reader (ICR/OMR). BPS telah memiliki pengalaman dalam memanfaatkan teknologi ini.
Teknologi pengolahan konvensioal key-in tetap digunakan tetapi dalam skala yang sangat terbatas dan disiapkan terutama untuk mengantisipasi jika ada permasalahan di pusat pengolahan data.
Sistem Pengolahan data SP2010 secara garis besar terdiri dari tiga subsistem pengolahan:
Pengolahan hasil pendataan informasi pemetaan Blok Sensus (BS) dan relasinya dengan Satuan Lingkungan Setempat (SLS) dijadwalkan selesai akhir tahun 2009. Hasil pengolahan ini akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan pencacahan SP2010, penyusunan subsistem distribusi dokumen sensus, pengolahan beserta diseminasi hasil sensus pada satuan wilayah kecil (small area statistics).
Pengolahan Angka Sementara SP2010 berdasarkan rekapitulasi hasil pencacahan setiap BS yang menyangkut jumlah bangunan, jumlah rumah tangga dan jumlah penduduk laki-perempuan seluruh Indonesia. Hasil pengolahan Angka Sementara akan diumumkan pada pidato kenegaraan Presiden tanggal 17 Agustus 2010.
Pengolahan Angka Final hasil Sensus Penduduk 2010 akan dilakukan di pusat pengolahan yang hasilnya akan didiseminasikan kepada pengguna data pada pertengahan tahun 2011.
Pertanyaan Sensus Penduduk 2010
Sensus Penduduk 2010 (SP2010) akan menggunakan dua jenis daftar pertanyaan (kuesioner) yaitu: Kuesioner L (mendaftar semua bangunan fisik, tempat tinggal dan rumahtangga di semua wilayah pencacahan tanpa kecuali) dan Kuesioner C (untuk mengumpulkan data individu dan anggota rumahtangga, serta keterangan mengenai kondisi dan fasilitas tempat tinggal).
Kuesioner L diharapkan dapat diperoleh data lengkap di seluruh wilayah geografis Indonesia mengenai jumlah bangunan fisik dan jumlah bangunan sensus menurut fungsinya (tempat tinggal, bukan tempat tinggal, campuran). Kuesioner C mencakup sekitar 40 pertanyaan: (1) mengenai keterangan anggota rumahtangga terkait karakteristik dasar demografi (seperti jenis kelamin dan umur), (2) pendidikan, (3) ketenagakerjaan, (4) keterangan sosial-budaya (agama, suku dan bahasa sehari-hari), (5) kelahiran, (6) kematian, (7) migrasi, (5) karakteristik bangunan tempat tinggal (kondisi dan fasilitas). Format kuesioner masih terus disempurnakan melalui berbagai foum diskusi dan ujicoba lapangan

Ujicoba
Untuk memastikan bahwa semua instrumen sensus, tatacara pencacahan, pengawasan lapangan, serta pengolahan data SP2010 sudah teruji secara memadai, sejumlah kegiatan ujicoba telah dan akan dilakukan.
Uji Kuesioner
Cisarua, tiga kuesioner diujicobakan: kuesioner pendaftaran bangunan dan rumahtangga, pencacahan lengkap dan kuesioner pencacahan sampel. Ujicoba Cisarua menghasilkan dua temuan penting: (1) pengulangan (redundansi) pertanyaan atau variabel dalam kuesioner pencacahan lengkap dan sampel tidak dapat dihindari, dan (2) proses pencacahan lengkap dan sampel dalam waktu yang bersmaan ternyata sangat tidak efisien dan cenderung membingungkan pencacacah maupun responden. Berdasarkan ujicoba Cisarua (dan pertimbangan teknis lainnya), pencacahan sampel dinilai tidak perlu.
Garut, hanya satu kuesioner yang diujcobakan yaitu kuesioner pencacahan lengkap (selain kuesioner pendaftaran bangunan dan rumahtangga tentunya). Muatannya mencakup sebagian besar pertanyaan yang sebelumnya tercantum dalam kuesioner pencacahan lengkap maupun sampel. Beberapa pertanyaan yang dinilai tidak operasional (terlalu sulit) atau dianggap cukup memadai dikumpulkan melalui survei rumahtangga. Fokus ujicoba Garut adalah format kuesioner. Temuan penting dari ujicoba ini adalah bahwa model pertanyaan satu kolom untuk satu anggota rumahtangga (model kuesioner SP2000) ternyata tidak operasional karena cenderung diaplikasikan secara tidak disiplin oleh pencacah.

Pada awal tahun 2008 uji kuesioner SP2010 dilakukan dua kali:
Ujicoba dan Gladi bersih
Pada tahun 2008 dilakukan dua gelombang ujicoba lapangan. Pada Gelombang-1 ujicoba diselenggarakan di tiga propinsi (satu desa/kelurahan untuk setiap propinsi) yaitu Kepulauan Riau, Yogyakarta dan Kalimantan Selatan). Dalam ujicoba ini antara lain dipelajari mekanisme dan proeses pelatihan petugas lapangan, proses pencacahan, organisasi dan mekanisme pengawasan lapangan.
  Hasil temuan Gelombang-1 ini dimanfaatkan untuk memperbaiki kuesioner dan buku pedoman serta untuk perencanaan ujicoba Gelombang-2 yang diselenggarakan di tiga propinsi yaitu Jambi, Jakarta dan Salatiga. Semua materi ujicoba Gelombang-1 diujicobakan di Gelobang-2. Berbeda dengan ujicoba Gelombang-1, ujicoba Gelombang-2 memanfaatkan hasil pemetaan terkini yang sebagian berbasis citra satelit.

Jumat, 11 Mei 2012

Penduduk Indonesia menurut Provinsi 1971, 1980, 1990, 1995, 2000 dan 2010


Provinsi
Penduduk
1971
1980
1990
1995
2000
2010*)
Aceh
2,008,595
2,611,271
3,416,156
3,847,583
3,930,905
3,930,905
Sumatera Utara
6,621,831
8,360,894
10,256,027
11,114,667
11,649,655
11,649,655
Sumatera Barat
2,793,196
3,406,816
4,000,207
4,323,170
4,248,931
4,248,931
R i a u
1,641,545
2,168,535
3,303,976
3,900,534
4,957,627
4,957,627
J a m b i
1,006,084
1,445,994
2,020,568
2,369,959
2,413,846
2,413,846
Sumatera Selatan
3,440,573
4,629,801
6,313,074
7,207,545
6,899,675
6,899,675
B e n g k u l u
519,316
768,064
1,179,122
1,409,117
1,567,432
1,567,432
L a m p u n g
2,777,008
4,624,785
6,017,573
6,657,759
6,741,439
6,741,439
Kep. Bangka Belitung
-
-
-
-
900,197
900,197
Kepulauan Riau
4,579,303
6,503,449
8,259,266
9,112,652
8,389,443
8,389,443
DKI Jakarta
4,579,303
6,503,449
8,259,266
9,112,652
8,389,443
8,389,443
Jawa Barat
21,623,529
,27,453,525
35,384,352
39,206,787
35,729,537
35,729,537
Jawa Tengah
21,877,136
,25,372,889
28,520,643
29,653,266
31,228,940
31,228,940
DI Yogyakarta
2,489,360
2,750,813
2,913,054
2,916,779
3,122,268
3,122,268
Jawa Timur
25,516,999
,29,188,852
32,503,991
33,844,002
34,783,640
34,783,640
Banten
-
-
-
-
8,098,780
8,098,780
B a l i
2,120,322
2,469,930
2,777,811
2,895,649
3,151,162
3,151,162
Nusa Tenggara Barat
2,203,465
2,724,664
3,369,649
3,645,713
4,009,261
4,009,261
Nusa Tenggara Timur
2,295,287
2,737,166
3,268,644
3,577,472
3,952,279
3,952,279
Kalimantan Barat
2,019,936
2,486,068
3,229,153
3,635,730
4,034,198
4,034,198
Kalimantan Tengah
701,936
954,353
1,396,486
1,627,453
1,857,000
1,857,000
Kalimantan Selatan
1,699,105
2,064,649
2,597,572
2,893,477
2,985,240
2,985,240
Kalimantan Timur
733,797
1,218,016
1,876,663
2,314,183
2,455,120
2,455,120
Sulawesi Utara
1,718,543
2,115,384
2,478,119
2,649,093
2,012,098
2,012,098
Sulawesi Tengah
913,662
1,289,635
1,711,327
1,938,071
2,218,435
2,218,435
Sulawesi Selatan
5,180,576
6,062,212
6,981,646
7,558,368
8,059,627
8,059,627
Sulawesi Tenggara
714,12
942,302
1,349,619
1,586,917
1,821,284
1,821,284
Gorontalo
-
-
-
-
835,044
835,044
Sulawesi Barat
1,089,565
1,411,006
1,857,790
2,086,516
1,205,539
1,205,539
M a l u k u
1,089,565
1,411,006
1,857,790
2,086,516
1,205,539
1,205,539
Maluku Utara
-
-
-
-
785,059
785,059
Papua Barat
-
1,173,875
1,648,708
1,942,627
2,220,934
2,220,934
Papua
923,44
1,173,875
1,648,708
1,942,627
2,220,934
2,220,934
INDONESIA
119,208,229
147,490,298
179,378,946
194,754,808
206,264,595
206,264,595
Catatan : Termasuk Penghuni Tidak Tetap (Tuna Wisma, Pelaut, Rumah Perahu, dan Penduduk Ulang-alik/Ngelaju)
Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000 dan Sensus Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995














Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

HASIL SENSUS PENDUDUK 2010


Hasil sensus penduduk 2010 Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta. Sensus diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000 Menurut Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 205.1 juta jiwa, menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat terbesar setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Sekitar 121 juta atau 60.1 persen di antaranya tinggal di pulau Jawa, pulau yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan 103 jiwa per kilometer per segi. Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta.
Informasi Umum
Indonesia kini sedang mempersiapkan sensus penduduk modern yang keenam yang akan diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000.
Menurut Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 205.1 juta jiwa, menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat terbesar setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Sekitar 121 juta atau 60.1 persen di antaranya tinggal di pulau Jawa, pulau yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan 103 jiwa per kilometer per segi. Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta.
Dalam Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang akan datang diperkirakan akan dicacah penduduk yang bertempat tinggal di sekitar 65 juta rumahtangga. Untuk keperluan pencacahan ini akan dipekerjakan sekitar 600 ribu pencacah yang diharapkan berasal dari wilayah setempat sehingga mengenali wilayah kerjanya secara baik. Pencacah dilatih secara intensif selama tiga hari sebelum diterjunkan ke lapangan.
Dalam SP2010 akan diajukan sekitar 40 pertanyaan mengenai: kondisi dan fasilitas perumahan dan bangunan tempat tinggal, karakteristik rumahtangga dan keterangan individu anggota rumahtangga. Format dan isi daftar pertanyaan atau Kuesioner SP2010 disusun dengan mempertimbangkan rekomendasi PBB yang relevan serta dapat diterapkan di lapangan.
Puncak kegiatan SP2010 berupa kegiatan pencacahan penduduk di semua wilayah geografis Indonesia secara serempak selama bulan Mei 2010 (Bulan Sensus). Pada 31 Mei 2010 akan dilakukan pembaharuan hasil pencacahan secara serempak dengan mencatat kejadian kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk yang terjadi selama Bulan Sensus dan menyisir serta mencatat penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap (homeless). Tanggal 31 Mei 2010 merupakan Hari Sensus artinya data SP2010 yang dihasilkan merujuk pada hari sensus tersebut.
Data SP2010 diharapkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang antara lain mencakup:
memperbaharui data dasar kependudukan sampai ke wilayah unit administrasi terkecil (desa)
mengevaluasi kinerja pencapaian sasaran pembangunan milenium (Milenium Development Goal, MDGs),
menyiapkan basis pengembangan statistik wilayah kecil,
menyiapkan data dasar untuk keperluan proyeksi penduduk setelah tahun 2010,
mengembangkan kerangka sampel untuk keperluan survei-survei selama kurun 2010-2020,
basis pembangunan registrasi penduduk dan pengembangan sistem administrasi kependudukan.


Jadwal Kegiatan Pokok Sensus Penduduk 2010
Tahun
 Kegiatan Utama
 Catatan

2008

 Pembuatan peta dasar (desa/kecamatan)
Penyusunan dan uji coba kuesioner SP2010
 Peta dasar, paling tidak sebagian,  diharapkan sudah ber-georeference berdasarkan citra satelit


2009

 Pembuatan sketsa peta blok sensus (BS) berdasarkan peta dasar
Gladi bersih SP2010
BS adalah unit wilayah kerja pencacah terkecil yang memuat sekitar 100 rumahtangga. Sketsa BS merupakan kelengkapan utama pencacah dalam menjalankan tugasnya

2010

Pencetakan dan distribusi dokumen SP2010
Pelatihan petugas lapangan
Pencacahan
Diseminasi angka sementara SP2010 (pertengahan Agustus)
Pengolahan dokumen SP2010
Pengolahan data, dengan memanfaatkan teknologi scanner,  akan dilakukan di 34 pusat pengolahan (33 propinsi dan 1 pusat)


2011

Data cleaning dan tabulasi data SP2010
Diseminasi hasil final SP2010 (Juli 2011)
Penyiapan database penduduk untuk keperluan pembangunan registrasi penduduk dan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
Analisis data






2012

Analisis data (lanjutan)
Pengembangan kerangka sampel untuk survei rumahtangga selama dekade 2010-2020
Proyeksi penduduk, usia sekolah dan angkatan kerja

Pengolahan
Pengolahan data Sensus Penduduk 2010 (SP2010) mencakup sekitar 65 juta rumah tangga atau setara dengan 380 juta lembar. Besarnya volume kerja dalam waktu yang relatif singkat ini memerlukan teknologi yang dinilai tepat yaitu Intelligent Character Recognition/Optical Mark Reader (ICR/OMR). BPS telah memiliki pengalaman dalam memanfaatkan teknologi ini.
Teknologi pengolahan konvensioal key-in tetap digunakan tetapi dalam skala yang sangat terbatas dan disiapkan terutama untuk mengantisipasi jika ada permasalahan di pusat pengolahan data.
Sistem Pengolahan data SP2010 secara garis besar terdiri dari tiga subsistem pengolahan:
Pengolahan hasil pendataan informasi pemetaan Blok Sensus (BS) dan relasinya dengan Satuan Lingkungan Setempat (SLS) dijadwalkan selesai akhir tahun 2009. Hasil pengolahan ini akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan pencacahan SP2010, penyusunan subsistem distribusi dokumen sensus, pengolahan beserta diseminasi hasil sensus pada satuan wilayah kecil (small area statistics).
Pengolahan Angka Sementara SP2010 berdasarkan rekapitulasi hasil pencacahan setiap BS yang menyangkut jumlah bangunan, jumlah rumah tangga dan jumlah penduduk laki-perempuan seluruh Indonesia. Hasil pengolahan Angka Sementara akan diumumkan pada pidato kenegaraan Presiden tanggal 17 Agustus 2010.
Pengolahan Angka Final hasil Sensus Penduduk 2010 akan dilakukan di pusat pengolahan yang hasilnya akan didiseminasikan kepada pengguna data pada pertengahan tahun 2011.
Pertanyaan Sensus Penduduk 2010
Sensus Penduduk 2010 (SP2010) akan menggunakan dua jenis daftar pertanyaan (kuesioner) yaitu: Kuesioner L (mendaftar semua bangunan fisik, tempat tinggal dan rumahtangga di semua wilayah pencacahan tanpa kecuali) dan Kuesioner C (untuk mengumpulkan data individu dan anggota rumahtangga, serta keterangan mengenai kondisi dan fasilitas tempat tinggal).
Kuesioner L diharapkan dapat diperoleh data lengkap di seluruh wilayah geografis Indonesia mengenai jumlah bangunan fisik dan jumlah bangunan sensus menurut fungsinya (tempat tinggal, bukan tempat tinggal, campuran). Kuesioner C mencakup sekitar 40 pertanyaan: (1) mengenai keterangan anggota rumahtangga terkait karakteristik dasar demografi (seperti jenis kelamin dan umur), (2) pendidikan, (3) ketenagakerjaan, (4) keterangan sosial-budaya (agama, suku dan bahasa sehari-hari), (5) kelahiran, (6) kematian, (7) migrasi, (5) karakteristik bangunan tempat tinggal (kondisi dan fasilitas). Format kuesioner masih terus disempurnakan melalui berbagai foum diskusi dan ujicoba lapangan

Ujicoba
Untuk memastikan bahwa semua instrumen sensus, tatacara pencacahan, pengawasan lapangan, serta pengolahan data SP2010 sudah teruji secara memadai, sejumlah kegiatan ujicoba telah dan akan dilakukan.
Uji Kuesioner
Cisarua, tiga kuesioner diujicobakan: kuesioner pendaftaran bangunan dan rumahtangga, pencacahan lengkap dan kuesioner pencacahan sampel. Ujicoba Cisarua menghasilkan dua temuan penting: (1) pengulangan (redundansi) pertanyaan atau variabel dalam kuesioner pencacahan lengkap dan sampel tidak dapat dihindari, dan (2) proses pencacahan lengkap dan sampel dalam waktu yang bersmaan ternyata sangat tidak efisien dan cenderung membingungkan pencacacah maupun responden. Berdasarkan ujicoba Cisarua (dan pertimbangan teknis lainnya), pencacahan sampel dinilai tidak perlu.
Garut, hanya satu kuesioner yang diujcobakan yaitu kuesioner pencacahan lengkap (selain kuesioner pendaftaran bangunan dan rumahtangga tentunya). Muatannya mencakup sebagian besar pertanyaan yang sebelumnya tercantum dalam kuesioner pencacahan lengkap maupun sampel. Beberapa pertanyaan yang dinilai tidak operasional (terlalu sulit) atau dianggap cukup memadai dikumpulkan melalui survei rumahtangga. Fokus ujicoba Garut adalah format kuesioner. Temuan penting dari ujicoba ini adalah bahwa model pertanyaan satu kolom untuk satu anggota rumahtangga (model kuesioner SP2000) ternyata tidak operasional karena cenderung diaplikasikan secara tidak disiplin oleh pencacah.

Pada awal tahun 2008 uji kuesioner SP2010 dilakukan dua kali:
Ujicoba dan Gladi bersih
Pada tahun 2008 dilakukan dua gelombang ujicoba lapangan. Pada Gelombang-1 ujicoba diselenggarakan di tiga propinsi (satu desa/kelurahan untuk setiap propinsi) yaitu Kepulauan Riau, Yogyakarta dan Kalimantan Selatan). Dalam ujicoba ini antara lain dipelajari mekanisme dan proeses pelatihan petugas lapangan, proses pencacahan, organisasi dan mekanisme pengawasan lapangan.
  Hasil temuan Gelombang-1 ini dimanfaatkan untuk memperbaiki kuesioner dan buku pedoman serta untuk perencanaan ujicoba Gelombang-2 yang diselenggarakan di tiga propinsi yaitu Jambi, Jakarta dan Salatiga. Semua materi ujicoba Gelombang-1 diujicobakan di Gelobang-2. Berbeda dengan ujicoba Gelombang-1, ujicoba Gelombang-2 memanfaatkan hasil pemetaan terkini yang sebagian berbasis citra satelit.

Jumat, 11 Mei 2012

Penduduk Indonesia menurut Provinsi 1971, 1980, 1990, 1995, 2000 dan 2010


Provinsi
Penduduk
1971
1980
1990
1995
2000
2010*)
Aceh
2,008,595
2,611,271
3,416,156
3,847,583
3,930,905
3,930,905
Sumatera Utara
6,621,831
8,360,894
10,256,027
11,114,667
11,649,655
11,649,655
Sumatera Barat
2,793,196
3,406,816
4,000,207
4,323,170
4,248,931
4,248,931
R i a u
1,641,545
2,168,535
3,303,976
3,900,534
4,957,627
4,957,627
J a m b i
1,006,084
1,445,994
2,020,568
2,369,959
2,413,846
2,413,846
Sumatera Selatan
3,440,573
4,629,801
6,313,074
7,207,545
6,899,675
6,899,675
B e n g k u l u
519,316
768,064
1,179,122
1,409,117
1,567,432
1,567,432
L a m p u n g
2,777,008
4,624,785
6,017,573
6,657,759
6,741,439
6,741,439
Kep. Bangka Belitung
-
-
-
-
900,197
900,197
Kepulauan Riau
4,579,303
6,503,449
8,259,266
9,112,652
8,389,443
8,389,443
DKI Jakarta
4,579,303
6,503,449
8,259,266
9,112,652
8,389,443
8,389,443
Jawa Barat
21,623,529
,27,453,525
35,384,352
39,206,787
35,729,537
35,729,537
Jawa Tengah
21,877,136
,25,372,889
28,520,643
29,653,266
31,228,940
31,228,940
DI Yogyakarta
2,489,360
2,750,813
2,913,054
2,916,779
3,122,268
3,122,268
Jawa Timur
25,516,999
,29,188,852
32,503,991
33,844,002
34,783,640
34,783,640
Banten
-
-
-
-
8,098,780
8,098,780
B a l i
2,120,322
2,469,930
2,777,811
2,895,649
3,151,162
3,151,162
Nusa Tenggara Barat
2,203,465
2,724,664
3,369,649
3,645,713
4,009,261
4,009,261
Nusa Tenggara Timur
2,295,287
2,737,166
3,268,644
3,577,472
3,952,279
3,952,279
Kalimantan Barat
2,019,936
2,486,068
3,229,153
3,635,730
4,034,198
4,034,198
Kalimantan Tengah
701,936
954,353
1,396,486
1,627,453
1,857,000
1,857,000
Kalimantan Selatan
1,699,105
2,064,649
2,597,572
2,893,477
2,985,240
2,985,240
Kalimantan Timur
733,797
1,218,016
1,876,663
2,314,183
2,455,120
2,455,120
Sulawesi Utara
1,718,543
2,115,384
2,478,119
2,649,093
2,012,098
2,012,098
Sulawesi Tengah
913,662
1,289,635
1,711,327
1,938,071
2,218,435
2,218,435
Sulawesi Selatan
5,180,576
6,062,212
6,981,646
7,558,368
8,059,627
8,059,627
Sulawesi Tenggara
714,12
942,302
1,349,619
1,586,917
1,821,284
1,821,284
Gorontalo
-
-
-
-
835,044
835,044
Sulawesi Barat
1,089,565
1,411,006
1,857,790
2,086,516
1,205,539
1,205,539
M a l u k u
1,089,565
1,411,006
1,857,790
2,086,516
1,205,539
1,205,539
Maluku Utara
-
-
-
-
785,059
785,059
Papua Barat
-
1,173,875
1,648,708
1,942,627
2,220,934
2,220,934
Papua
923,44
1,173,875
1,648,708
1,942,627
2,220,934
2,220,934
INDONESIA
119,208,229
147,490,298
179,378,946
194,754,808
206,264,595
206,264,595
Catatan : Termasuk Penghuni Tidak Tetap (Tuna Wisma, Pelaut, Rumah Perahu, dan Penduduk Ulang-alik/Ngelaju)
Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000 dan Sensus Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995